amazon.com

Pages

Selasa, 19 April 2011

outbound training

Mentari Indonesia outbound training, outbound gathering dan team building
dikenal sebagai pelatihan outbound yang sangat menyenangkan,
dengan 4E sebagai unsur utama dalam setiap pelatihan, yaitu :
Educational, Enthusiasm, Entertainment dan Enlightment
Mentari Indonesia hadir dengan berbagai modul pelatihan outbound yang mengetengahkan suasana antusias sebagai hal utama dalam pencapaian hasil. Dengan pilihan lokasi yang inspiratif, nuansa yang dikemas secara rekreatif, dan materi program yang disajikan melalui games dan simulasi yang kreatif, kami pastikan proses pembelajaran dengan metode Experiential Learning ini akan mampu mencapai objective yang diinginkan.
Mentari Indonesia memberikan pelatihan outbound yang membentuk pribadi tangguh, bersikap mental positif, serta memancarkan antusiasme bagi sekelilingnya.
Enthusiasm Makes Everything Possible




game outbound


- Ice breaking / zero mind / freedomManagement outbound untuk Pemantapan tentang tujuan, motivasi, spiritualitas outbound. disini peserta diarahkan agar dalam games outbound harus sungguh2 meskipun hanya dalam bentuk permainan. menciptakan suasana kebersamaan , satu level, serta membuang sampah2 emosi peserta agar dalam melaksanakan outbound bisa berhasil. Peserta dikondisikan olehmanagement outbound pada “THE POWER OF NOW ” kekuatan sekarang dengan menghilangkan perasaan2 menyesal pada kejadian masa lalu dan menghilangkan kekawatiran terhadap masa yad (ENJOY IT NOW, NO FEAR-TRUST YOUR HOPE). Serta “THE POWER OF FORGIVING” (Kekuatan memaafkan) dengan keiklasan untuk memaafkan siapapun apapun dan menerima keadaan apapun saat ini ( WHY ME ? BUT WHY NOT ME ? ).

- Treasury games
peserta dibagi dalam grup untuk membuat prosedur dan dilaksanakan oleh grup lain, disini akan ketahuan siapa yang pberperan dalam kegagalan suatu tugas,apa prosedurnya atau pelaksananya. 

- follow the leader
tentang kepatuhan mengikuti prosedur yang ada

- Puzzle games
tentang komunikasi dan team work

- Water games / war
tentang team building , strategi dan taktik

- Making tower
tentang solid team work , kerjasama, dan motivasi untuk menjadi the winning team


- Trust games
tentang kepercayaan diri untuk mempercayai orang lain

- Left right games
tentang konsentrasi dan fokus team dalam bekerjasama .

www.bumikahyangan.com

Incoming search terms for the article:


Latihan Outbound untuk Manajemen SDM


Program pelatihan pengembangan kerjasama kelompok dengan menggunakan media luar ruang (outdoor), didalam ruangan (Indoor) serta processing feedback session. Yang termasuk dalam program ini antara lain: Pengembangan wawasan dan pengetahuan (knowledge), kerjasama tim (team work), motivasi kerja (motivation work), kepercayaan diri (personal confidence), kompetisi (Kompetitif), kepemimpinan (Leadership). Program management outbound ini lebih ditekankan pada pengembangan managemen karyawan perusahaan / instansi pemerintah (60% Games dan 40 % diskusi), efektif kegiatan 1 sampai 5 hari, disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

OUTBOUND MANAGEMENT TRAINING mempunyai sequence programmanagement outbound yang customized dimana selalu mengacu pada perkembangan peserta ( dinamika kelompok ) selama pelatihan berlangsung. Secara umum program ini memiliki 3 (tiga) sequence yang berbeda penekanannya, yaitu :



INDOOR SESSION

Sesi ini difokuskan untuk mengembangkan wawasan dan pengetahuan peserta tentang pentingnya membangun dan mengembangkan kerja sama dalam suatau unit kerja maupun antar unit kerjasecara sinergis dengan mengacu kepada pergeseran peradigma yang digunakan dalam lingkungan bisnis. Juga untuk mengeksplor perilaku perilaku positif yang dibutuhkan dalam kerja sama sebuah tim yang efektif.

OUTDOOR SESSION
Sesi ini untuk menguji dan mengembangkan sinergi tim kerja, menetapkan tujuan dan sasaran yang akan dicapai oleh tim kerja serta selalu dirangsang dan ditantang untuk selalu berubah kearah yang lebih tinggi, sehingga menantang munculnya inovasi dan kreativitas anggota tim kerja melalui penugasan penugasan dilapangan melalui media permainan kelompok yang bersifat kerjasama antar individu, dan pemecahan masalah bersama.

PROCESSING FEDBACK SESSION
Processing Feedback session ini merupakan fondasi dari keseluruhan program dan menggambarkan sifat umpan balik yang dibutuhkan dalam mengembangkan sumber daya setiap individu dalam merefleksikan kekuatan dan kelemahannya didalam berinteraksi dalam tim.

Cara ini dianggap efektif dan efisien dalam menyembarkan kebiasaan – kebiasaan yang baik maupun pengetahuan yang baru. focus dari sesi ini adalah memberikan feedback yang reliable kepada peserta berdasarkan dinamika kelompok khususnya mengenai sikap (attitude) dan perilaku ( behavior ) para peserta sebagaui anggota tim kerja.

Objektif Pelatihan:

1. Menumbuhkan nilai nilai kerja dalam tim kerja yang selalu mengarah pada pencapaian standard kerja yang prima.

2. Mengembangkan budaya kerja yang dilandasi semangat mengahargai kolektifitas Tim kerja daripada sikap individualitas melalui pengembangan sikap antara lain berani mengungkapkan perspektif dan opini dengan cara cara yang memberikan respek terhadap pandangan orang lain; mendorong motivasi kerja dirinya maupun rekan kerjanya, dll.

3. Mengembangkan keterampilan individu dalam memeberdayakan (empowered) anggota Tim kerjanya serta keterampilan dalam menciptakan iklim kerja yang nyaman dan kondusif

outbound.adventurindo.com

OUT BOND

Banyak cara dapat dilakukan untuk meningkatkan soft skill, salah satunya melalui kegiatan out bond. Team work, keberanian, manajerial, kemandirian, cinta alam, kesabaran, dll dapat diperoleh dari berbagai macam game-game out bond.
Berikut beberapa game yang dapat digunakan :
1 . Tim work, leadership, manajerial, kesabaran yaitu permaianan :
  • Dragon Ball ; mencari kelereng dalam lumpur, peserta disuruh untuk mencari beberapa kelereng dalam jumlah tertentu yang sudah dilempar. Kategori permaianan sulit.
  • Botol Bocor ; peserta disuruh untuk mengisi air di botol yang bocor dengan berbagai titik lobang dengan menggunakan anggota tubuh, sehingga mereka berusaha untuk menutupi lobang itu secara tim, permaianan ini kategori sulit.
  • Jaring bola ; peserta disuruh untuk menjaring bola dalam air dengan menggunakan jaring dari tali rafia yang memiliki kelonggaran bervariasi, permaianan ini termasuk kategori kesulitan menengah.
  • Gembala sapi ; peserta ditutup matanya kecuali satu sebagai gembala, si gembala memberikan kode tepukan yang telah disepakati bersama untuk melewati rintangan yang telah disediakan, kode itu akan disalurkan beruntun ke teman di depannya.
2. Ketangkasan, keberanian yaitu jenis permaianan ini membutuhkan peraltan yang cukup daan orang yang ahli :
  • Rafling ; yaitu menuruni bukit dengan tali ala panjat tebing
  • Flying fox ; yaitu menyeberangi dengan menggunakan tali yang bergantung
Peserta dapat mengambil manfaat dari permaianan itu untuk diambil hikmanya.

Kamis, 07 April 2011

nasehat dan agama islam

Peristiwa Karbala



Tujuan Imam Husayn A.S Bangkit Menentang Yazid:
 Antara kandungan surat Imam Husein A.S kepada
..." Aku keluar [mengangkat senjata menentang Yazid] bukan karena berasa iri hati dan tidak karena marah 
dan bukan karena mau melakukan kerusakan atau bukan juga karena mau melakukan kezaliman. 
Tetapi aku keluar untuk menentang [Yazid] hanya semata-mata untuk membawa islam kepada ummah 
datukku Rasulullah S.A.W. Aku mau menegakkan yang ma'aruf dan nahi mungkar dan memimpin 
ummah [ke jalan kebenaran] sebagaimana yang telah dilakukan oleh ayahku [Imam Ali A.S] dan 
datukku [Muhammad S.A.W]...."

Antara ucapan Imam Husayn A.S sebelum keluar dari Mekah bagi meneruskan perjalanan ke Iraq:
" ......Segala puji bagi Allah, barang yang dikehendaki oleh Allah dan tidak ada kekuatan yang lain melainkan
 Kekuasaan Allah, selawat dan salam kepada RasulNya. Garisan maut ke atas Bani Adam umpama garisan 
perjuangan bagi pemuda satria. Bermula keadaanku hingga akhirnya sebagaimana kepimpinan Ya'akub yang
 diwarisi oleh puteranya Yusuf. Sebaik-baiknya bagiku ialah perjuangan dan cahaya bumi Karbala bergemerlapan. 
Tidak dapat kalam menggambarkan apa yang telah terjadi pada hari ini...."

Dalam perjalanannya menuju Karbala Imam Husayn A.S mengungkapkan ucapan yang menggariskan
 pendiriannya untuk menegakkan Islam:
"Sesungguhnya dunia ini telah berubah dan mengingkari haq, kebenaran telah ditinggalkan, tidak ada lagi 
yang tinggal padanya melainkan semut-semut di bekas-bekas makanan. Demikiannya tandusnya kehidupan 
sebagai penggembala kehilangan ternakannya. Tidakkah anda melihat kebenaran dan kenapa tidak
 melaksanakannya? Akan tetapi kebatilan dan kejahatan mengapa tidak boleh dihentikan....untuk menggembirakan 
seorang beriman dalam pertemuan dengan Allah... ianya suatu kepastian. Sesungguhnya aku tidak melihat 
kematian dan maut yang mendatang melainkan dengan penuh kebahagiaan, hidupku bersama dengan si zalim
 bagaikan duri yang menikam serta api yang membakar. Sesungguhnya manusia telah menjadi hamba dunia 
dan agama hanya berputar di lidah-lidah mereka demikian jalan kehidupan yang dijalani oleh mereka, maka 
apabila mereka ditimpa dugaan lantas mereka berkata telah hampirnya kami kepada kematian."

Pendapat Abul A'la al-Maududi Tentang Peristiwa Karbala
...."Marilah kita tinggalkan sejenak persoalan tindakan Husein ini, apakah hal itu sah ditinjau dari segi 
pandangan Islam atau tidak, meskipun kami tidak pernah mengetahui seseorang pun dari para sahabat 
Nabi S.A.W atau tabi'in, baik di masa hidup Husein ataupun selepas wafatnya, ada yang berkata bahwa
 tindakan Husein adalah tindakan yang tidak sah menurut syariat, dan bahwa dengan itu ia telah melakukan
 perbuatan yang diharamkan oleh Allah. Adapun yang diucapkan oleh beberapa orang sahabat Nabi S.A.W 
yang mencuba mencegah Husein meneruskan tindakannya itu maka sesungguhnya mereka tidak 
melakukannya melainkan atas dasar bahwa tindakannya itu bukan merupakan langkah yang tepat dari 
segi taktik semata-mata. Bahkan jika kita "mengadaikan" dapat menerima anggapan pemerintahan Yazid,
 namun apa yang terjadi dalam kenyataannya, sama sekali tidak dapat dikatakan bahwa Husein telah 
bergerak dengan pasukan tentara, tetapi hanya berangkat dari kota Madinah bersama keluarganya dan 
tiga puluh dua orang penunggang kuda serta empat puluh orang pejalan kaki, tidak lebih dari itu.
Hal tersebut tidak mungkin kita namakan sebagai serbuan perang dari seseorang pun. Di sisi lainnya, 
jumlah tentera yang dikirimkan dari kota Kufah di bawah pimpinan Umar bin Sa'd bin Abi Waqqash berjumlah
 empat ribu orang, tanpa adanya alasan yang mendesak pasukan tentera yang besar ini memerangi
 kelompok kecil tersebut dan membunuhnya. Tetapi sebenarnya mereka cukup mengepungnya dan 
menangkap orang-orangnya satu persatu dengan cara yang paling mudah. Sedangkan Husein sendiri 
hingga detik-detik terakhirnya, selalu berkata kepada mereka: “Biarkan aku pulang atau pergi ke
 perbatasan negeri untuk berjihad atau bawalah aku ke hadapan Yazid." Namun mereka tidak mau
 menerima sesuatu dari ucapannya ini, bahkan mereka berkeras untuk membawanya ke hadapan
 Ubaidullah bin Ziyad, gabenor Kufah. Dan Husein menolak menyerahkan dirinya kepada Ibnu Ziyad, 
sebab ia tahu benar apa yang dilakukan oleh Ibnu Ziyad ke atas diri Muslim bin Aqil, saudara sepupunya.
 Lalu mereka memeranginya, sehingga ketika semua kawannya telah gugur sebagai syuhada dan dia
 berdiri di tengah-tengah medanpeperangan sendirian, mereka pun menyerbunya dan mengeroyoknya
 bersama-sama.
Dan ketika ia terluka dan kemudian jatuh, mereka menyembelihnya dan merompak apa saja yang 
ada di atas jasadnya, mengoyak-ngoyak baju yang menutup tubuhnya, kemudian menggilasnya dengan
 kuda-kuda dan menginjak-injaknya dengan kaki-kaki mereka. Setelah itu mereka beralih ke khemahnya,
 merompak isinya, mencabik-cabik pakaian para wanita, memenggal kepala-kepala setiap orang yang
 telah gugur di Karbala dan membawa semuanya ke Kufah. Ibnu Ziyad tidak cukup menjadikan itu semua 
sebagai barang tontonan di hadapan orang banyak tetapi ia naik ke atas mimbar Masjid Jami' dan
 berkata: " Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah menampakkan kebenaran dan ahlinya, 
memenangkan Amirul Mukminin Yazid dan kelompoknya serta membunuh si pendusta putera si pendusta, 
Husein bin Ali dan pengikut-pengikutnya".....
Memang ada beberapa perbezaan dalam riwayat-riwayat yang menyebut menyebutkan tentang tindakan
 Yazid dan ucapan-ucapannya di Istana Damsyik, tetapi sekiranya kita meninggalkan semua riwayat ini 
dan mempercayai satu riwayat saja yang menyatakan bahwa Yazid telah menangis ketika menyaksikan
 penggalan kepada Husein dan kawan-kawannya lalu ia berkata: " Sesungguhnya aku sudah puas 
dengan ketaatan kalian tanpa membunuh Husein. Terkutuklah cucu Sumayyah. Demi Allah, sekiranya
 aku yang berhadapan dengannya, niscaya aku akan mengampuninya."
Dan bahwa ia juga berkata:" Demi Allah, wahai Husein, sekiranya aku berada di hadapanmu, niscaya 
aku tidak akan membunuhmu." Sekiranya riwayat itu kita percaya maka masih ada pertanyaan yang ingin
 kita tanyakan, hukuman apakah yang telah dilakukan oleh Yazid ke atas diri gabenornya yang durjana itu
 atas perbuatannya melakukan kezaliman yang besar ini?
Berkata Ibn Katsir bahwa Yazid tidak pernah menghukum Ibnu Ziyad, tidak memecatnya, bahkan tidak
 pernah mengirim sepucuk surat kecaman pun kepadanya." [Lihat S.Abul Ala Maududi; Khilafah dan Kerajaan, halaman 233

Siapakah Yazid?

Abdullah bin Handhalah adalah seorang sahabat Nabi S.A.W. Setelah syahidnya Imam Husein A.S,
 ia mengumpulkan orang ramai di halaman Masjid Nabi di Madinah dan berkata mengenai Yazid:" 
Hai manusia kami datang kepada kalian karena seseorang yang meninggalkan solat dan mempunyai 
kegemaran minum minuman keras....dan gemar bermain dengan kera dan anjing. Maka apabila bai'ah 
kepadanya tidak dicabut, saya takut kita semua akan dihujani batu [oleh Allah] dari langit."
Hasan al-Basri ketika menyimpulkan perbuatan-perbuatan buruk Muawiyah:"Pertama, ia telah merampas
 kerusi khalifah tanpa permesyuaratan...... Kedua, dia berani menentukan anaknya [Yazid] yang 
pemabuk yang begelumang dengan khamar, mengenakan pakaian sutera dan menabuh gendang itu
 sebagai khalifah umat Islam setelah kematiannya.Ketiga, menasabkan Ziyad bin Sumayyah kepada 
Abu Sufian [ayahnya] sedangkan Rasulullah S.A.W telah bersabda:'Seorang anak dinasabkan kepada
 ayahnya yang sah, dan tiada hak bagi penzina'. Keempat, dia telah membunuh Hujr bin Adi dan 
sahabat-sahabatnya. [al-Isti'ab, Jilid 1, halaman 135; al-Tabari, Jilid 4, halaman 208]
Abdullah, putera kepada Ahmad bin Hanbal, pada suatu hari bertanya kepada ayahnya tentang hukum
 melaknat Yazid. Ia menjawab:" Bagaimana aku tidak melaknat orang yang dilaknat oleh Allah?"
Kemudian ia membaca ayat dari Surah Muhammad:22-23, yang bermaksud:"Maka apakah kiranya jika
 kamu berkuasa, kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan,
 mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan dituliskanNya telinga mereka dan dibutakanNya
 mata mereka." Kemudian dia berkata:"Kerusakan dan pemutus hubungan kekeluargaan yang 
bagaimanakah lebih besar daripada yang telah dilakukan oleh Yazid?" [Al-Bidayah, Jilid 8, halaman 223]

Apakah Penentangan Imam Husein A.S Terhadap Yazid Merupakan Satu Tindakan Membunuh Diri?
Persoalan semacam ini sering dikaitkan dengan ayat Qur'an Surah al-Baqarah: 195 yang bermaksud: " 
Janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan..."
Al-Tahlukah berarti segala perkara yang mencelakakan dan membawa bencana bagi manusia. 
Biasanya sipelaku menjadi fakir, sakit, atau mati. Sedangkan ayat tersebut didahului dengan anjuran
 berinfaq di jalan Allah iaitu mengeluarkan apa saja yang diredhai Allah [seperti harta benda]
 agar dapat mendekatkan manusia padaNya. Kemudian dilanjutkan dengan larangan menjatuhkan 
diri ke dalam kerusakan dengan sebab meninggalkan infaq di jalan Allah.
Firman Allah dalam Surah al-Baqarah ayat 195 yang lengkap, bermaksud:
  
          
                                    "Dan keluarkan infaq [harta bendamu] pada jalan Allah, 

         
                                    dan janganlah menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan 

          dan berbuat baiklah, sesungguhnya
                                    Allah menyukai kebajikan."
Ayat di atas tentunya tidak relevan untuk mendiskreditkan perjuangan Imam Husein A.S. Sebaliknya
 ia menguatkan lagi kebenaran perjuangan Imam Husein A.S karena beliau A.S telah mengorbankan
 harta benda, putra-putranya malahan jiwa raganya sendiri untuk menegakkan agama Allah.
Segelintir orang berpendapat perjuangan Imam Husein A.S satu tindakan bunuh diri karena bilangan
 tentera pasukannya amat kecil berbanding tentera Yazid yang akan menentangnya; maka itu satu
 pebuatan sia-sia. Tetapi pendapat ini juga tidak betul jika kita mengamati contoh-contoh perjuangan 
para Nabi terdahulu umpamanya Nabi Musa A.S menentang Fir'aun dan perjuangan Nabi Ibrahim A.S menentang Namrud.
Imam Husein A.S telah bertindak selaras dengan tuntutan Al-Qur'an dan Hadith Nabi S.A.W.
 Sebuah Hadith Nabi S.A.W yang kita ketahui menyatakan bahwa:
      "Barang siapa di antara kalian melihat
                                    kemungkaran,   maka hendaklah ia menghilangkannya  dengan tangan, 
    dan apabila tidak mampu, dengan lidahnya, dan apabila masih
                                    tidak mampu dengan hatinya.Dan inilah    
        selemah-lemahnya iman."  Allah berfirman dalam al-Qur'an Surah Al-Imran:110, bermaksud:
 "Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh yang ma'ruf dan
                                    mencegah yang   
  mungkar serta beriman
                                    kepada Allah."




Dan ingatlah bahwa sesungguhnya Allah telah berfirman dalam Surah Al-Imran:169, yang bermaksud:
"Janganlah kamu mengira
                                    bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya deng

Cinta Kepada Imam Husein A.S
Hadith Rasulullah S.A.W yang diriwayatkan dalam Sahih Al-Tirmidzi dari Ya'la bin Murrah menegaskan 
kecintaan kepada Husein A.S akan mendapat cinta dari Allah SWT:
"Husein daripadaku dan
                                    aku pula daripada Husein, Allah mencintai sesiapa yang mencintai al-Husein,”
Rasulullah S.A.W mengajak kita semua mengasihi Husein A.S seperti yang 
dinyatakan dalam hadith yang diriwayatkan dari Barra' bin Azib:
"Aku telah melihat Rasulullah S.A.W mendokong al-Husein cucundanya yang masih kecil dan 
meletakkan di atas pangkuannya seraya berdo'a yang bermaksud:
 "Ya Allah sesungguhnya aku mengasihinya oleh itu kasihilah dia."
Dan Sesiapa yang memusuhinya telah memusuhi Allah SWT seperti maksud hadith yang dinyatakan di bawah:
"Dan
                                    sesiapa yang memusuhi kedua-duanya
 [Hasan A.S dan Husein A.S] maka ia telah
   memusuhi Allah, dan barang siapa memusuhi Allah maka ia akan di campakkan ke dalam api neraka mukanya akan terlempar
                                    dahulu."
Kesimpulannya, perjuangan Imam Husein A.S adalah berada di jalan yang benar selaras dengan 
tuntutan ajaran Islam yang dibawa dan diajarkan oleh datuknya sendiri Muhammad Rasulullah S.A.W.

Menangisi Kesyahidan Imam Husein A.S
Rasulullah S.A.W telah bersabda yang mengisyaratkan bahwa perjuangan al-Husein A.S adalah 
seperti perjuangan beliau S.A.W, yang bermaksud:
"Husein daripadaku dan aku daripada Husein [Husein minni wa-ana min Husein]...."
Sabda beliau SAWA yang lain yang bermaksud:
"Jika ada orang yang meninggal dunia seperti Hamzah hendaklah
                                    ada yang menangisinya..."
Allah SWT berfirman dalam al-Qur'an Surah al-Ahzab:21 yang bermaksud:
" Di dalam diri Rasulullah terdapat uswah
                                    hasanah [teladan yang baik] bagi orang yang mengharapkan Allah dan hari 
akhirat serta dia selalu mengingati Allah."
Tidak diragukan lagi bahwa jika ada orang yang mengingati Peristiwa Karbala dan kemudian 
menangisi Imam Husein AS maka orang ini telah mengikuti saranan Rasulullah S.A.W.
Sabda Rasulullah S.A.W yang lain bermaksud:
"Keringnya air mata [terhadap sesuatu musibah] adalah tanda dari kerasnya hati. Itulah
                                    penyakit terparah yang menimpa anak cucu Adam."
Seorang sahabat Imam Ja'afar al-Sadiq A.S menemui beliau A.S pada 10 Muharram.
 Pada ketika itu Imam Ja'afar al-Sadiq A.S sedang menangis tersedu-sedu.
 Sahabat ini mungkin terlupa bahwa hari itu adalah Hari Asyura. Ia pun bertanya 
kepada Imam Ja'afar al-Sadiq A.S sebab-sebab beliau A.S menangis. Imam Ja'afar A.S menjawab:
"Apakah engkau lupa ini adalah hari ketika
                                    datukku al-Husayn dibunuh dengan kejam?
 Barang siapa menjadikan hari ini
                                    sebagai hari berkabungnya, maka Allah akan menjadikan Hari Qiamat kelak sebagai hari kegembiraan dan kebahagiaannya.Di
                                    syurga ia akan tinggal dengan penuh kebahagiaan."
Hari
                                    Karbala ialah pada 10 Muharram 61H....
Imam
                                    Husein A.S telah syahid pada hari Jumaat ketika berusia 57 tahun....
Andakah anda mengingatinya?
Imam Ja'afar al-Sadiq A.S berkata:
"Setiap hari adalah Asyura



            
                                    Setiap tanah adalah Karbala"


aneh and lucu

NORMAN SEORANG POLISI DI HUKUM NYANYI......hehehheheh
  aneh tapi lucu yawwwww,,,,,,,

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

radio ku

Powered By Blogger
Diberdayakan oleh Blogger.

Entri Populer

Mengenai Saya

baek hati, setiaa poko e* sipp

Followers

Cari Blog Ini

radio online