Pages

Selasa, 19 April 2011

pendidikan

CARA MEMBUAT BIOGAS (GAS METAN, CH4) DAN PUPUK KOMPOS DARI KOTORAN TERNAK

1.Siapkan biang atau ragi, sekitar 2 liter kotoran ternak segar, + 2 liter air. Simpan dalam botol/jerigen terbuka selama 2 bulan.

2.Siapkan drum besar, masukkan kotoran bersama peragi, beri air 1 : 1, sesekali diaduk sampai penuh.

3.Masukkan drum kecil terbalik (tidak bocor) yang sudah diberi selang dan kran udara pengeluar gas dan udara. Tekan sampai tenggelam sempurna (tidak boleh ada udara terkurung).

4.Sekitar 2 minggu, drum kecil mulai terangkat, berarti biogas sudah timbul gas. Gas pertama dibuang dengan membuka kran, drum kecil ditekan, karena tercampur udara. Bila dinyalakan bisa meledak. Selanjutnya gas elpiji (LPG) gratis ini sudah dapat dipakai untuk memasak.

Bila gas sudah habis, tidak diproduksi lagi berarti kotoran ternak tersebut sudah jadi pupuk kompos, tidak bau, penyubur tanah, sayuran kualitas istimewa, harga mahal.
Untuk menghemat kotoran ternak, dapat juga dicampur makanan bekas yang, sayuran, sampah organik.



MATERI IV 
OBSERVASI 
A. Pengertian 
   Observasi adalah suatu penyelidikan yang dijalankan secara sistematis dan sengaja 
diadakan dengan menggunakan alat indra terutama mata terhadap kejadian-kejadian 
yang langsung (Bimo Walgito, 1987:54) 
  Observasi adalah suatu tehnik untuk mengamati secara langsung maupun tidak 
langsung gejala-gejala yang sedang /berlangsung baik di dalam sekolah maupun di luar 
sekolah (Djumhur, 1985:51). 
  Observasi sebagai alat pengumpul data adalah pengamatan yang memiliki sifatsifat (depdikbud:1975:50): 
• dilakukan sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan lebih dulu. 
• direncanakan secara sistematis. 
• hasilnya dicatat dan diolah sesuai dengan tujuannya. 
• dapat diperiksa validitas, reliabilitas dan ketelitiannya. 
• bersifat kwantitatif.  
B. Macam-macam Observasi 
     1. Menurut peranan observer
a.Observasi Partisipan: observasi di mana observer ikut aktif didalamkegiatan 
observee. 
b.Observasi Non Partisipan: observasi dimana observer tidak ikut aktif di dalam 
bagian kegiatan observee (hanya mengamati dari jauh). c.Observasi Kuasi partisipasi : observasi dimana observer seolah-olah turut 
berpartisipasi yang sebenarnya hanya berpura-pura saja dalam kegiatan observee. 
     2. Menurut situasinya
         a. Free Situation : adalah observasi yang dijalankan dalam situasi bebas, tidak ada 
hal-hal atau faktor-faktor yang membatasi jalannya observasi. 
      b. Manipulated Stuation : adalah observasi yang situasinya dengan sengaja diadakan. 
Sifatnya terkontrol ( dalam pengontrolan observer ). 
        c.  Partially Controlled Situation : adalah campuran dari keadaan observasi free 
situation dan manipulated situation. 
     3. Menurut sifatnya. 
       a. Observasi Sistematis : adalah observasi yang dilakukan menurut struktur yang 
berisikan faktor-faktor yang telah diatur berdasarkan kategori, masalah yang 
hendak di observasi. 
     b. Observasi Non Sistematis : adalah observasi yang dilakukan tanpa struktur atau 
rencana terlebih dahulu, dengan demikian observer dapat menangkap apa saja 
yang dapat di tangkap. 
C. Alat Pencatat Observasi. 
    1.  Anecdotal Records : merupakan cara untuk melengkapi observasi, dalam
mengadakan observasi pengamat dapat melakukan pencatatan tentang kejadian 
yang berlakudengan suatu kasus atau individu. 
  2.  Check List : adalah suatu daftar pengamatan, dimana observer tinggal memberikan 
tanda check atau tanda-tanda lain terhadap ada tidaknya aspek-aspek yang di 
amati.      3. Rating Scale :  adalah alat pengumpul data yang dipergunakan dalam observasi 
untuk menjelaskan, menggolongkan, menilai individu atau situasi. 
   4.  Mechanical Deviaces ( pencatatan dengan alat ) : dengan kemajuan tehnologi, 
memungkinkan observer menggunakan alat-alat yang lebih sempurna untuk 
mengadakan observasi, misalnya dengan alat potret, tape recorder dan lain-lain. 
D. Cara Mencatat Hasil Observasi
     1. Pencatatan secara langsung (  0n the spot ) yaitu mencatat semua kejadian yang 
terjadi pada saat itu juga. 
     2. Pencatatan sesudah observasi berlangsung. 
   3. Mencatat hasil observasi dengan menggunakan key words / key symbol. Merupakan 
paduan dari cara  langsung dan tidak langsung. 
E. Langkah-langkah Observasi
 1. Menentukan tujuan 
 2. Menentukan sasaran 
 3. Menentukan ruang lingkup 
 4. Menentukan tempat dan waktu 
 5. Mempersiapkan perlengkapan yang dibutuhkan. 
 6. Mulai mengadakan observasi. 
 7. Mengadakan pencatatan data. 
 8. Menyusun laporan.
F. Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Observasi
 1. Menentukan materi apa yang akan diobservasi 
 2. Menentukan cara/teknik apa yang akan dipergunakan  3. Menentukan cara dalam mencatat hasil observasi 
 4. Dalam menyusun laporan harus di bedakan antara data dan interprestasi. 
  5. Harus diingat bahwa kemahiran observasi hanya  dapat dicapai dengan mengadakan 
latihan dalam observasi. 
   6. Selama observasi berlangsung jangan sampai memberikan interprestasi dan 
interpretasi diberikan setelah oservasi selesai. 
G. Materi Observasi.
 Materi observasi tergantung pada maksud dan tujuan dalam melaksanakan observasi. 
Misalnya mengenai tingkah laku, latar belakang sosial atau keadaan lain. 
H. Hal-hal yang Mempengaruhi Kecermatan Hasil Observasi
 1. Ada tidaknya prasangka observer tentang obyek yang diobservasi. 
 2. Kemampuan fisik observer dalam melakukan observasi. 
 3. Kemampuan observer untuk mengingat dan memusatkan perhatian.  
    4. Kemampuan observer dalam menghubungkan fakta satu dengan fakta lainnya yang 
timbul selama observasi. 
     5. Kemampuan observer untuk menggunakan alat pencatat observasi. 
    6. Kemampuan observer untuk memahami situasi keseluruhan dari hal-hal yang 
diamati. 
     7. Ketepatan dalam menggunakan alat pencatat. 
I. Keterbatasan Observasi 
   1. Banyak hal yang tidak dapat diungkap dengan observasi. Misalnya kehidupan pribadi 
seseorang yang sangat dirahasiakan.    2. Apabila obyek observasi tahu bahwa dia sedang diobservasi, ia dapat melakukan 
kegiatannya dengan tidak wajar. 
      3. Observasi banyak tergantung dari faktor yang tidak terkontrol. 
      4. Faktor subyektif observer sukar dihindarkan. 
   5. Timbulnya suatu kegiatan / kejadian yang hendak diobservasi tidak dapat dipastikan 
sehingga observer sukar menentukan waktu yang tepat untuk melakukan observasi.  
J. Kelebihan Observasi. 
 1. Observasi merupakan teknik yang langsung dapat  digunakan untuk memperhatikan 
berbagai gejala. Banyak aspek tingkah laku manusia  ataupun situasi yang hanya 
dapat diteliti melalui observasi langsung. 
  2. Observasi memungkinkan pencatatan yang serempak dengan terjadinya suatu gejala 
atau kejadian yang penting. 
  3. Observasi sangat baik dipergunakan sebagai teknik untuk melengkapi dan mencek 
fakta atau data yang diperoleh dengan alat pengumpul data lain. 
 4. Dengan observasi observer tidak memerlukan bahasa verbal untuk berkomunikasi 
dengan obyek yang ditelaah.  

link kumpulan soal-soal
http://examsworld.us/sitemap?pg=5

0 komentar:

Poskan Komentar

blogoptionscomments

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

radio ku

Diberdayakan oleh Blogger.
Loading...

Entri Populer

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Mengenai Saya

baek hati, setiaa poko e* sipp
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Followers

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Cari Blog Ini

Memuat...

Amazon MP3 Clips

radio online